Sistem, Data, Sistem Informasi, Analisis Sistem (Klasifikasi Dan Contoh)


Sistem, Data, Sistem Informasi, Analisis Sistem (Klasifikasi Dan Contoh)

Sistem

   Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani  (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Klasifikasi Sistem

   Terdapat  8 (Delapan) Klasifikasi Sistem:

1.Sistem Abstrak (Abstract System)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

2. Sistem Fisik (Physical System)

Sistem fisik merupakan sistem secara fisik misalnya sistem komputer

3. Sistem Alamiah ( Natural System)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi.

4. Sistem Buatan Manusia (Humanmade System)

Sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin, yang disebut human machine system.

5. Sistem Tertentu (Determination System)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi.

6. Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.

7. Sistem Tertutup (Closed System)

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terhubung dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya.

8. Sistem Terbuka (Open System)

Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan di pengaruhi oleh lingkungan luarnya.

Contoh Sistem :

 Semua orang yang memiliki jabatan kepengurusan pada suatu organisasi yang saling berhubungan untuku mencapai tujuan ororganisas

Data

   Menurut The Liang Gie, bahwa data adalah hal, peristiwa, atau kenyataan lain apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan sebagai bahan menyusun keterangan, membuat kesimpulan, atau mengambil keputusan.

A. Klasifikasi Data Menurut Jenis Data.

1.Data hitung (enumeration/counting data)

   Data hitung adalah hasil dari penghitungan atau jumlah perhitungan tertentu. Yang termasuk data hitung adalah persentase dari suatu jumlah pada data tertentu. Mencatat jumlah karyawan dalam suatu ruang kantor atau persentase dari karyawan dalam rang kantor akan memperoleh suatu data hitung.

2.Data ukur (measurement data)

   Data ukur adalah data yang menunjukkan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka tertentu atau huruf tertentu yang diberikan oleh seorang pimpinan kepada seorang karywab setelah memeriksa hasil pekerjaannya merupakan data ukur. Angka yang ditujukan alat barometer atau thermometer adalah hasil proses pengukuran.2.

B. Klasifikasi Data Menurut Sifat Data.

1.Data Kuantitaif (quantitative data)

   Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan. Jika jumlah universitas negeri di Indonesia dibagi dalam 2 golongan maka yang lain kurang dari 5000 orang. lni merupakan penggolongan kuantitatif.

2.Data kualitatif (qualitative data)

Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam relasinya terhadap kualitas atau sifat yang ada pada sesuatu. Penggolongan fakultas-fakultas pada universitas negeri menjadi fakulta exacta dan fakultas non exacta merupakan pemisahan menurut sifatnya. Penggolongan data mahasiswa yang ada pada fakultas yang menggunakan SKS kedalam penilaian studi dengan poin A, B, C, D didasarkan pada pemisahan sifat-sifat kualitatifnya.

Contoh lain adalah penggunaan istilah white American dan black American(negro) dalam sensus di Amerika Serikat adalah suatu penggolongan sensus secara kualitatif.

3. Klasifikasi Data Menurut Sumber Data.

Data Internal (Internal data)
Data Internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil penelitian yang dilakukan sendiri, bukan data hasil yang dibuat oleh  orang lain.

Data Eksternal (external data)
Data eksternal adalah data yang di dapat dari hasil penelitian orang lain. Seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut hasil kerja orang lain.

Data eksternalini terdiri dar i 2 (dua) jenis, yaitu :

Data Eksternal Primer (primary external data)
Data eksternal Primer adalah data dalam bentuk ucapan kata-kata atau tulisan dari orang yang memiliki data itu sendiri, yakni orang yang melakukan penelitian sendiri.

Data Eksternal Sekunder (secondary eksternal data)
data eksternal sekunder adalah data yang di dapat bukan dari orang lain yang melakukan penelitian,  melainkan melalui seseorang atau beberapa orang lain.

Demikianlah beberapa hal dalam pengklasifikasian data yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang pekerjaannya berkaitan dengan data.


Sistem Informasi
Pengertian Sistem Informasi
   pengertian sistem informasi adalah sebuah integrasi antara manusia, data, teknologi, prosedur, dan media untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan. Tentunya harus dilakukan sebuah manajemen yang baik agar semua elemen bisa bekerja secara maksimal. Proses pengolahan data itulah yang akan memberikan informasi mengenai keadaan yang sebenarnya. Karena itulah data input harus dijamin keakuratannya dan prosesnya harus tetap diawasi agar sesuai dengan pola perencanaan yang ditentukan oleh pemilik usaha. Tanpa menggunakan sistem ini, akan sulit mengetahui pencapaian yang sudah didapatkan.

Komponen Sistem Informasi :

1. Input
Komponen sistem informasi yang satu ini merupakan data awal yang didapatkan ketika melakukan sebuah pekerjaan. Komponen inilah yang akan diolah oleh manusia dengan memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

2. Model
Pengertian sistem informasi secara umum dipengaruhi oleh beberapa komponen, salah satunya adalah model yang terdiri dari prosedur yang akan digunakan untuk mengolah data. Banyak jenis dan tipe yang bisa dipilih bergantung pada bidang kerja. Semakin banyak data, maka semakin rumit prosesnya. Karena itulah diperlukan SDM yang mumpuni.

3. Teknologi
Teknologi mempermudah pengolahan data input yang didapatkan. Tanpa komponen ini, Anda akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan hasil. Prosesnya pun akan lambat sehingga waktu yang diperlukan cukup lama. Pola kerja dari elemen ini dalam sisfo adalah menerima data lalu menjalankan model dan menyimpan data yang dihasilkan. Keluaran ini digunakan sebagai informasi untuk menentukan perencanaan dan tindakan.

4. Output
Hasil dari pengolahan data melalui model tertentu berupa output yang akan mempengaruhi proses selanjutnya. Dari segala proses yang dilalui dalam sistem informasi, hasil akhir bukanlah tujuan utama. Masih diperlukan analisa dan juga kontrol agar hasilnya sesuai dengan tujuan yang ditentukan.

5. Kontrol
Tidak selamanya sistem berjalan dengan lancar, adakalanya terjadi kendala yang menghambat proses. Contoh sistem informasi di sebuah toko misalnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah tujuan. Selain manusia, teknologi, dan peralatan pendukung juga bisa mengalami kerusakan. Karena itulah diperlukan sebuah kontrol yang bisa memperbaikinya sekaligus melakukan evaluasi agar hasilnya lebih maksimal.

Contoh Sistem Informasi :
1.     Knowledge work system
Jenis sistem informasi yang memuat banyak informasi terkini mengenai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang dimuat lalu bisa diakses pengguna dan digunakan untuk pemecahan macam – macam masalah.
2.     Transaction processing system
Jenis ini biasanya digunakan oleh instansi yang melakukan kegiatan secara rutin. Seperti operasional rutin yaitu melakukan transaksi keuangan, regristrasi ulang secara berulang. Kegiatan tersebut rutin di catat dalam data base yang sudah dikomputerisasikan.
3.     Office automation system
Bertugas untuk menyatukan beberapa peralat IT di dalam jaringan tertentu dan dipusatkan pada server tertentu. Penyatuan peralatan IT  dari anggota atau pekerja dilakukan memiliki tujuan agar mempermudah dan memberikan efesiensi dalam komunikasi.

Analisis Sistem
   Analisis sistem ialah penjabaran dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam berbagai bagian komponennya dengan maksud agar bisa mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai macam masalah atau hambatan yang timbul pada sistem sehingga nantinya bisa dilakukan penanggulangan, perbaikan dan juga pengembangan.
  Lalu orang yang atau kelompok yang melakukan perbaikan atau perancangan suatu sistem dinamakan dengan sistem analis. Sistem analis adalah orang atau kelompok yang melaksanakan pengembangan sistem. Sistem analis menekuni permasalah ataupun kebutuhan pada suatu sistem dan sistem analis juga merupakan orang yang bertanggung jawab atas terjadinya proses analisa ataupun perancangan pada sistem informasi.
Funsi Sistem Analisis
1.     Bisa mengidentifikasikan masalah-masalah dari user atau pemakai.
2.     Dapat menentukan secara akurat mengenai tujuan yang harus didapatkan agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna.
3.     Bisa memilih metode alternatif dalam memecahkan masalah pada sistem.
4.     Bisa merencanakan maupun menerapkan rancangan sistem sesuai dengan apa yang dikehendaki penggunanya.
Tanggung Jawab Sistem Analis
1.      Pengambilan data yang efektif dari sumbernya
2.     Aliran data pada sistem
3.     Pemprosesan dan penyimpanan data
4.     Aliran dari informasi yang berguna kembali pada proses maupun pemakainya.
Tugas Umum dan Teknis Dari Sistem Analis
  • Menghimpun dan menganalisa dokumen atau file yang berhubungan dengan sistem yang sedang berjalan.
  • Menyusun dan menyampaikan laporan untuk perbaikan sistem yang sedang berjalan pada pengguna.
  • Mendesain sebuah sistem perbaikan dan mengidentifikasi aplikasi-aplikasi untuk penerapannya pada komputer.
  • Melakukan analisa, menyusun anggaran ataupun keuntungan yang diperoleh pada sistem yang baru.
  • Mengawasi berbagai macam aktivitas yang terjadi pada sistem yang baru dibuat.
Tugas Teknis dari Sistem Analis
  • Mempersiapkan gambaran kerja di dalam sistem yang baru.
  • Melaksanakan penyusunan prosedur untuk pengawasan kerja.
  • Melaksanakan penyusunan Data Flow Diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT) dan FlowChart untuk melaksanakan perancangan pada sistem yang baru dengan lebih mendetail.
  • Melaksanakan perancangan pola penagawan pada data yang bersifat sangat pentig.
  • Melaksanakan penyusunan terhadap dokumen dan juga berbagai file agar bisa dipakai pada komputer supaya sistem yang baru dibuat bisa berjalan dengan efektif dan lancar.
  • Melaksanakan perancangan pada bentuk input maupun outputnya agar lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pengguna.
  • Melaksanakan penyusunan dokumentasi yang ada kaitannya dengan pekerjaan yang dilakukan oleh sistem analis dalam merancang suatu sistem yang baru.

Contoh Analisis system dalam kehidupan sehari-hari :
Bila ada suatu masalah yang terjadi :
-         Mengidentifikasi masalah
-         Menganalisa system
-         Menganalisa Kebutuhan

Sumber :




Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Binatang Kecil Yang Mematikan